Cara merangsang kecerdasan anak akan menjadi salah satu hal yang sangat perlu untuk kita ketahui, terutama bagi kita yang terhitung baru menjadi orang tua. Menjadi cerdas adalah hal yang didambakan setiap orang tua untuk terjadi pada anaknya. Hal ini dikarenakan dengan adanya sifat credas pada anak, anak akan dapat menyikapi hidupnya dengan lebih baik. Sifat cerdas memiliki jangkauan yang lebih luas dibandingkan dengan pintar.

Sementara pintar hanya mencakup dunia edukasi saja, cerdas jangkauannya akan lebih luas, bahkan ke aspek social juga. Sifat seperti ini sebenarnya merupakan sifat bawaan yang berkaitan dengan gen yang dimiliki seseorang sejak lahir. akan tetapi, keberadaann juga dapat diusahakan . Oleh karena itu, bagi kita yang mengiginkan memiliki anak yang cerdas, kita dapat melakukan hal-hal yang sekiranya dapat memberi rangsangan pada otak anak kita sehingga dapat tumbuh menjadi lebih cerdas.

Selain asupan nutrisi yang diberikan saat anak masih dalam kandungan, kita juga masih dan tetap perlu memberi stimulasi pada otak anak kita sejak dia dilahirkan hingga pada usia tertentu. Setelah itu, tingkat kecerdasan otaknya akan berkembang dengan sendirinya. Cara merangsang kecerdasan anak dapat kita lakukan menurut fase-fase usia anak. Hal ini dikarenakan otak anak memiliki kemampuannya untuk mengerti secara bertahap, sesuai dengan usianya. Oleh karena itu, rangsangan dapat diberikan sesuai dengan fase-fase berikut ini:

  • Usia 0-3 bulan. Pada usia ini, rangsangan dapat diberikan pada anak berupa rasa aman dan nyaman yang kita berikan melalui pelukan, gendongan, tatapan, serta senyuman. Selain itu, kita juga dapat merangsang indera anak kita dengan membunyikan suara-suara, menggerakkan benda yang memiliki warna terang, serta dengan menggerak-gerakkan badan bayi seperti  miring ke kanan dan ke kiri serta tengkurap.
  • Usia 3-6 bulan. Anak pada usia ini sudah bisa kita ajak bermain. Maka, stimulasi dapat kita lakukan dengan bermain cilukba, melihat wajahnya di cermin, serta diajarkan untuk duduk.
  • Usia 6-9 bulan. Kita dapat menstimulasi anak pada usia ini dengan cara mengajarkannya memanggil nama, bersalaman, bertepuk tangan, membacakan dongeng, serta mengajarinya untuk berdiri.
  • Usia 9-12 bulan. Dengan cara menulang kata serta belajar berjalan.
  • Usia 12-16 bulan. Kita dapat mengenalkan warna dan bentuk-bentuk.
  • Usia 18-24 bulan. Dapat kita rangsang dengan pembicaraan dan kegiatan sehari-hari.
  • Usia 2-3 tahun. Pada usia ini, anak dapat kita ajarkan berhitung, sedikit pengenalan huruf, serta cara bersosialisasi dengan teman.

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, maka anak kita diharapkan dapat menjadi cerdas seperti yang kita harapkan karena otaknya mengalami rangsangan secar benar dan bertahap sesuai dengan kemampuannya. Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara mendidik anak dan merangsang kecerdasan anak sehingga kita dapat melakukannya sedini mungkin.